Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Untuk Ayah Bunda, Selagi Si Kecil Masih Membutuhkanmu

Untuk Ayah Bunda,
Si Kecil kita tak selamanya kecil seperti sekarang. Saat ia besar nanti, tak bisa lagi kita meniupkan balon untuknya, bermain petak umpet, membacakan buku cerita, atau menggambar bersama. Pada saat itu tiba, tak mungkin lagi bagi kita menyuapinya sambil bercanda.  Tak bisa lagi memuji hasil gambarnya yang lebih mirip lidi berserakan.

Si  Kecil yang kemarin merengek-rengek minta perhatian kita, kelak akan sibuk memenuhi jadwal kegiatannya yang sangat padat. Si kecil yang semalam menahan tangisnya karena kita tak mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita, mungkin kelak kita yang harus menahan diri karena ingin mendengarkan cerita kesehariannya langsung dari mulut anak kita.

Sungguh, kehidupan kita sebagai orang tua dengan anak-anak kita seperti putaran nasib. Ketika lahir, anak sangat bergantung pada kita. Ia benar-benar membutuhkan kehadiran, sentuhan tangan, dekapan ikhlas, sapaan hangat, sambil menatap matanya  yang jernih dengan penuh cinta. 

Masa-masa inilah yang sangat berharga bagi anak kita. Sayangnya kadang kita abai terhadap kebutuhannya. Semakin bertambah umur Si Kecil, semakin berkurang ketergantungannya pada kita.

Waktu kita sangat pendek. Si Kecil tak selamanya menjadi balita. Ia akan tumbuh menjadi kanak-kanak, remaja, hingga akhirnya dewasa. Hari ini Si Kecil benar-benar memerlukan kita. Hari ini amat besar kerinduan Si Kecil pada kita.

Mungkin anak kita belum kering matanya karena berharap bisa bermain bersama, tetai ayahnya sudah bergegas pergi untuk merebut kesuksesan. Mungkin kita berlelah-lelah untuk anaknya, padahal anaknya sedang kelelahan menunggu kesempatan bermain bersama. Si Kecil ingin berbincang dan bercanda, meski hanya dua menit.

Selagi Si Kecil belum dewasa, belum pula remaja, inilah saat  berharga untuk anak kita. Inilah saatnya kita meluangkan waktu untuk menyapa Si Kecil.

Tak akan pernah ada waktu untuk Si Kecil, kecuali kita sengaja meluangkannya. Selonggar apa pun waktu kita, sama sekali tak ada artinya jika kita tidak meluangkan waktu untuk Si Kecil. Untuk Ayah Bunda,  selagi ia masih kecil, mungkin sekarang saatnya untuk menghampiri Si Kecil lalu berkata, “Main bareng Ayah dan Bunda yuk!”




dari: Saat Berharga untuk Anak Kita, Fauzil Adhim, dengan perubahan

Dimana Kamu Belajar Cinta, Anakku?

Dimana kamu belajar cinta, Anakku?
Saya merasakan cinta dalam pelukan Ibu

Dimana kamu belajar kebahagiaan?
Saya mendengar kebahagiaan dalam tawa Ayah

Dimana kamu belajar kedamaian, Anakku?
Saya melihat kedamaian dalam kehidupan Ibu

Dimana kamu belajar kesabaran?
Saya mendengar kesabaran dari suara Ayah

Dan dimanakah kebaikan Kau pelajari?
Saya merasakan kebaikan dalam sentuhan Ibu dan hati Ayah

Dan dimana Kau belajar keimanan?
Saya mendengar keimanan dalam doa Ibu

Dan tentang kelembutan?
Saya merasakan kelembutan di tangan Ayah

Dan dimana Kamu belajar pengendalian diri, Anakku?
Saya melihatnya dalam mata Ibu

Dan apa yang akan kamu lakukan dengan hal-hal yang telah kau pelajari?

Saya akan mencintai dengan tulus dan membagikan kebahagiaan
Saya akan berperilaku dengan kesabaran dan pengendalian diri
Saya akan menunjukkan dan mengejar kebaikan
Saya akan hidup dengan keimanan
Saat saya mengarungi hidup dengan kelembutan dan dalam kedamaian
Di dalam dunia mengagumkan yang kita bagi bersama-sama



Terjemahan bebas dari Where did you learn love, child? Karya L.R. Knost

Tentang cinta, kebahagiaan, kedamaian, kesabaran, kebaikan, keimanan, kelembutan, dan pengendalian diri, anak belajar langsung dari ayah dan ibunya. Dampingi anak saat bermain, biarkan anak belajar lewat mengamati orang tuanya secara langsung.

Pentingnya Bermain pada Anak



  • Bermain membuat anak menjadi orang yang bertanggung jawab ketika orang tua tidak banyak mengatur permainan yang harus dilakukan anak
  • Bermain membantu anak belajar tentang dunia mereka tinggal. Bermain membuat mereka menemukan pengalaman tentang kehidupan
  • Bermain membangun harga diri karena anak cenderung melakukan permainan yang dapat mereka lakukan dengan baik
  • Bermain membantu perkembangan bahasa anak. Bermain membuat anak belajar berkomunikasi dengan temannya dan juga dengan orang tuanya
  • Bermain membangun keterampilan sosial. Bermain dengan anak-anak lain akan membangun fondasi anak. Anak akan belajar untuk berbagi, bergiliran, dan mulai berempati dengan orang lain
anakbermainkreatif.blogspot.com menyediakan mainan yang membantu tumbuhnya kreativitas anak. Produk-produk kami dapat dilihat di Mainan Kreatif PerempuanMainan Kreatif Superhero,Mainan Kreatif KendaraanMainan Kreatif Rumah.

Dampak Bermain pada Anak

Berbicara tentang mendidik anak tidak dapat terlepas dari pembicaraan tentang bermain. Bermain adalah dunia anak. Di manapun anak berada dan dalam waktu apapun, bermain adalah aktivitas utama mereka. Bermain juga merupakan bahasa yang paling universal, meskipun tidak pernah dimasukkan sebagai salah satu dari ribuan bahasa yang ada di dunia. 
Melalui bermain, anak-anak dapat mengekspresikan apapun yang mereka inginkan. Anak-anak selalu ingin bermain sepanjang waktu yang mereka miliki.
Anak yang berkembang di lingkungan yang miskin permainan dan kurang bergerak, cenderung terhambat perkembangan emosi, sosial, dan kognitifnya. Kemampuan anak dalam menghadapi kehidupan yang penuh stres di masa depan akan berkurang.
Hasil positif dari bermain adalah terbentuknya karakter yang baik seperti: penuh inspirasi, humor, imajinasi, kreativitas, inovasi, spontanitas ide, kecerdasan, empati, kebahagiaan, kecakapan sosial, mudah bergaul, fleksibel, hilangnya stres, cekatan, kerja sama, dan pemecahan masalah.
Bermain membantu perkembangan otak bagian prefrontal korteks. Bermain akan mengaktivasi bagian otak tersebut sehingga membuat anak menjadi semakin kreatif. Selain itu hormon-hormon yang dikeluarkan ketika bermain akan mengurangi hormon stres.
Banyak orang tua yang merampas hak anak untuk bermain. Salah satunya dengan memaksa anak untuk belajar yang belum sesuai dengan umurnya. Misalnya usia TK sudah dipaksa belajar membaca, berhitung, dan menulis dengan cara yang membuat anak stres. Ada pula yang melarang anak bermain karena menganggap bermain hanya membuang-buang waktu saja. 
Perilaku merampas hak bermain anak justru membuat nasib anak di masa depan menjadi suram. Pembentukan karakter anak akan terhambat dan justru menimbulkan masalah perkembangan emosi, sosial, dan akademiknya.
Bermain bukan saja menyenangkan. Dengan bermain anak belajar secara efektif. Bermain bukan diartikan untuk memberi mainan sebanyak-banyaknya kepada anak. Namun menyediakan apa saja yang dapat dijadikan bahan untuk belajar dan bereksplorasi. Hal yang terpenting adalah bagaimana bermain pada usia dini dapat dijadikan suasana untuk mempererat hubungan orang tua dan anak.
anakbermainkreatif.blogspot.com menyediakan mainan yang membantu tumbuhnya kreativitas anak. Produk-produk kami dapat dilihat di Mainan Kreatif Perempuan, Mainan Kreatif Superhero, Mainan Kreatif Kendaraan, Mainan Kreatif Rumah.