Untuk Ayah Bunda, Selagi Si Kecil Masih Membutuhkanmu

Untuk Ayah Bunda,
Si Kecil kita tak selamanya kecil seperti sekarang. Saat ia besar nanti, tak bisa lagi kita meniupkan balon untuknya, bermain petak umpet, membacakan buku cerita, atau menggambar bersama. Pada saat itu tiba, tak mungkin lagi bagi kita menyuapinya sambil bercanda.  Tak bisa lagi memuji hasil gambarnya yang lebih mirip lidi berserakan.

Si  Kecil yang kemarin merengek-rengek minta perhatian kita, kelak akan sibuk memenuhi jadwal kegiatannya yang sangat padat. Si kecil yang semalam menahan tangisnya karena kita tak mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita, mungkin kelak kita yang harus menahan diri karena ingin mendengarkan cerita kesehariannya langsung dari mulut anak kita.

Sungguh, kehidupan kita sebagai orang tua dengan anak-anak kita seperti putaran nasib. Ketika lahir, anak sangat bergantung pada kita. Ia benar-benar membutuhkan kehadiran, sentuhan tangan, dekapan ikhlas, sapaan hangat, sambil menatap matanya  yang jernih dengan penuh cinta. 

Masa-masa inilah yang sangat berharga bagi anak kita. Sayangnya kadang kita abai terhadap kebutuhannya. Semakin bertambah umur Si Kecil, semakin berkurang ketergantungannya pada kita.

Waktu kita sangat pendek. Si Kecil tak selamanya menjadi balita. Ia akan tumbuh menjadi kanak-kanak, remaja, hingga akhirnya dewasa. Hari ini Si Kecil benar-benar memerlukan kita. Hari ini amat besar kerinduan Si Kecil pada kita.

Mungkin anak kita belum kering matanya karena berharap bisa bermain bersama, tetai ayahnya sudah bergegas pergi untuk merebut kesuksesan. Mungkin kita berlelah-lelah untuk anaknya, padahal anaknya sedang kelelahan menunggu kesempatan bermain bersama. Si Kecil ingin berbincang dan bercanda, meski hanya dua menit.

Selagi Si Kecil belum dewasa, belum pula remaja, inilah saat  berharga untuk anak kita. Inilah saatnya kita meluangkan waktu untuk menyapa Si Kecil.

Tak akan pernah ada waktu untuk Si Kecil, kecuali kita sengaja meluangkannya. Selonggar apa pun waktu kita, sama sekali tak ada artinya jika kita tidak meluangkan waktu untuk Si Kecil. Untuk Ayah Bunda,  selagi ia masih kecil, mungkin sekarang saatnya untuk menghampiri Si Kecil lalu berkata, “Main bareng Ayah dan Bunda yuk!”




dari: Saat Berharga untuk Anak Kita, Fauzil Adhim, dengan perubahan